FANADICKYMPFC
"We are FANADICKY" 1sentence 3words 1000means. We're ONE! We're FAMILY! and we're here to support @dickymprasetyo.
Home / Ask Me Anything / archive

There is Still………

Fokus mata pemuda ini tidak lepas dari layar handphone yang dipegangnya sekarang. Dia menatap layar tersebut yang menampilkan sebuah foto, dua orang sejoli yang terlihat sangat bahagia dan penuh cinta.

 

"kapan aku sama kamu kayak difoto ini lagi?" lirih Dicky-pemuda itu. Tepatnya Dicky Prasetya.

 

Dicky melepaskan pandangannya dari foto itu. Kepalanya mendongak keatas, melihat pemandangan langit yang berserakan penuh bintang. “aku kangen kamu….” gumamnya pelan. “aku tau sekarang kamu telah bahagia dengannya. Tapi apa salah kalo aku masih berharap bisa bersamamu lagi?” Dicky kembali menatap layar handphone-nya. Dicky menarik nafas berat dan menghembuskannya pasrah.

 

Tok….tok…..tok

 

Terdengar ketukan dari arah pintu kamar apartment Dicky. Dengan malas Dicky berjalan kearah pintu dan membukakannya. Terlihat seorang cowok perawakan hampir setara tingginya dengan Dicky.

 

"dapat callingan malam ini nih. ada beberapa scene yang harus diulang, katanya kemaren hasilnya jelek” ucap cowok tersebut dengan suara seraknya. Dia Bisma, Bisma Karisma.

"duluan aja, ntar gue berangkat sendiri" Dicky menjawabnya ogah-ogahan. Bisma malah menatap Dicky dengan tatapan menyelidik. "gue belum mandi, jadi lebih baik lo duluan aja" sambung Dicky lagi dengan cengiran khasnya. Bisma hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabat yang sudah dia anggap adiknya sendiri.

————————————————————

 

Tepat pukul 20.30wib Dicky tiba dilokasi shooting drama seri yang sedang dibintanginya bersama ke-enam sahabatnya. Sebut saja mereka SMASH.

 

Dicky berjalan santai menuju sebuah rumah yang ada di lokasi shooting tersebut, disanalah beberapa scene (yang dimaksud Bisma tadi) akan di-take ulang.

 

Baru saja Dicky sampai didepan rumah tersebut, Dicky sudah melihat pemandangan yang (sangat) tidak ingin dia lihat. Tapi apa daya? Sekarang Dicky justru melihat pemandangan itu dengan jelas.

Terlihat sepasang kekasih sedang asik bercanda ria saat Dicky lewat didepan mereka. Dicky tidak sengaja melihat ke arah mereka dan itu membuat mata coklat Dicky bertemu pandang dengan mata sipit si perempuan. Perempuan ini dengan tulus memberikan senyum manisnya pada Dicky, sedangkan Dicky? Dia hanya tersenyum tipis, itupun hanya sekejap(?). Dicky buru-buru memalingkan wajahnya ke arah lain yang lebih ingin dia lihat.

‘senyum kamu masih sama seperti pertama kali kamu senyum ke arahku. Masih ada si tulus dan si manis disana’ batin Dicky.

————————————————————

Beberapa scene sudah dilalui malam ini. Terlihat beberapa crew yang sedang membereskan peralatan shooting, pertanda shooting selesai.

"oke guys! Shooting hari ini selesai. Tadi udah dicek hasilnya, keren! Lanjut lusa aja ya, jadi besok kalian free" ucap sutradara dengan semangat dini harinya. Yap! Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 03.00wib dini hari.

————————————————————

Dicky memasuki apartment-nya dengan tampang yang kusut, mungkin akibat rasa ngantuknya. Bisma mengekor dibelakang Dicky. Mereka memang satu apartment.

Dicky ambruk dikasur kingsize-nya dan di sampingnya terlihat Bisma yang tak kalah kelelahan.

 

"Bis! Woy Bismaaaaa" teriak Dicky tepat ditelinga Bisma sambil mengguncang-guncang badan kurus Bisma. Bisma budek, tanggung jawab tuh Dicky!-_-v

"apasih Ky?!" balas Bisma yang masil menutup matanya sambil menutup kedua telinga tak berdosanya.

"ini kamar gue! Ngapain lo ngikut ke kamar gue? Balik sono ke kamar lo!" Dicky langsung sewot.

"kamar gue masih berantakan dan badan gue berasa mau remuk sekarang! Gak mungkinlah gue harus beres-beres dulu!" Bisma tak kalah sewot. "gue cuma numpang beberapa jam aja. Besok juga gue pindah lagi ke kamar gue" sambung Bisma lagi. Dicky berdecak kesal melihat tingkah sahabatnya itu. Memang kalo masalah kerapian, Dicky lebih unggul dibanding Bisma.

 

Setelah berdebat dengan Bisma, entah mengapa rasa ngantuknya hilang begitu saja. Dia jadi tidak ingin cepat terlelap. Dicky merogoh saku celananya, mengambil handphone-nya. Baru saja Dicky mengaktifkan handphone-nya, wallpaper-nya sudah menampilkan sebuah foto. Foto yang sama dengan yang diliatnya beberapa jam lalu di balkon kamarnya.

 

Lama Dicky memandang foto itu tanpa suara.

"lo masih sayang sama dia?" tanya Bisma tiba-tiba mengagetkan Dicky. Hampir saja handphone yang Dicky pegang lepas dari genggamannya.

"lo belum tidur?" tanya Dicky balik. Dia langsung menaruh handphone-nya dibalik bantal.

"gue kira lo udah lama move on. ternyata gagal move on bre~" bukannya menjawab pertanyaan Dicky, Bisma malah meledeknya dan sekarang dia malah cekikikan. "kampret lo!" balas Dicky menoyor kepala Bisma. "sakit bego!" Bisma mengelus-elus kepalanya. Dicky dengan cueknya membelakangi Bisma, dan memposisikan dirinya memeluk guling. Berniat untuk terlelap.

 

"kalo lo masih sayang, kenapa gak bilang aja? Atau lo gengsi ngakuin perasaan lo yang masih ada?" Bisma tidak peduli dibelakangi oleh Dicky.

"emang sih kalo lo bilang, itu gak membuat lo sama dia langsung balikan. Kemungkinan kecil, Ky. Yah secara kan dia sekarang udah bahagia banget sama pacar barunya” Bisma membenarkan posisinya yang awalnya tengkurep, jadi berbaring menatap langit-langit kamar Dicky.

“Tapi apa salahnya kalo lo coba? Kalo berhasil ya untung, kalo gagal yah emang udah nasib lu sob!” Bisma kembali mengoceh.

‘kampret!’ ujar Dicky dalam hati. Ternyata dia diam-diam mendengarkan perkataan Bisma. 'bukannya kasih semangat, ini malah tambah bikin gue down. Awas lo sibisma!' Dicky kembali mengomel dalam hatinya.

"tapi kalo lo jujur, seenggaknya lo bisa lega. Dia tau perasaan lo yang masih ada. langkah selanjutnya, ya mau gak mau lo harus move on. Gak mungkinkan lo ngarepin dia terus yang notabene-nya udah milik orang lain?" Bisma masih saja berujar. Dicky memikirkan kata-kata Bisma. Bisma benar, Dicky gak mungkin gini terus! Dicky gak mungkin tahan perasaan ini lebih lama. Karena itu…………benar-benar membuatnya tersiksa. Dicky membenarkan kata-kata Bisma.

 

Bisma yang merasa tidak ditanggapi, melirik ke arah Dicky. “lo beneran tidur Ky?” tanyanya. Tidak ada jawaban. “kampret lo! Gue udah ngomong panjang lebar, malah ditinggal tidur! Tau gini gak gue kasih solusi deh!” Bisma mengomel-ngomel sendiri. Dengan tampang manyunnya, dia memeluk guling dengan kasar. Berniat melanjutkan tidur tertundanya.

————————————————————

 

Kemarin, seharian penuh Dicky menghabiskan waktu dengan bermalas-malasan di kamar apartment-nya. Memang kemarin Dicky dan enam temannya, SMASH, mendapat jatah libur sehari.

Dan hari ini aktivitas sebagai publik figure kembali mereka jalankan. Shooting kembali jalan.

————————————————————

 

Dicky sudah selesai dengan semua scene-nya, begitu juga dengan enam temannya yang lain. Sekarang mereka bertujuh berniat untuk pulang, karena besok mereka harus perform pagi-pagi.

 

"lo semua duluan aja pulangnya. Gue bawa mobil sendiri kok" Dicky menepuk pundak Rafael. Mereka saat ini sedang duduk-duduk santai di lokasi shooting. Mereka lagi menunggu Bisma dan Morgan yang lagi ke toilet.

"emang lo mau kemana?" tanya Rangga.

"ada keperluan sebentar. Kalo udah selesai, gue langsung pulang kok" Dicky mengacungkan jempolnya.

"keperluan? Keperluannya gak macam-macamkan?" tanya Rafael menyelidik.

"enggak lah coh, lo tenang aja. Gue cuma mau ketemu sohib lama gue" Dicky mengeluarkan cengiran khas ‘Dicky Prasetya’-nya. Rafael hanya menggut-manggut mendengar penjelasan Dicky.

————————————————————

Dicky masih disini, di lokasi shooting. Enam temannya sudah meluncur ke apartment mereka masing-masing. Apa yang Dicky lakukan disini? Bukannya dia ingin menemui teman lamanya? Bohong! Dicky sama sekali tidak ada janji akan bertemu dengan teman lamanya. Lalu untuk apa dia masih di lokasi shooting ini? Dicky masih di lokasi shooting ini gara-gara perkataan Bisma. Ya benar saja! dari kemarin sampai saat ini, perkataan Bisma terus melayang-layang bebas di otaknya. Dan malam ini adalah waktu yang tepat, pikir Dicky.

————————————————————

 

Perempuan itu terlihat sama malam ini. Masih sama dengan cantik wajahnya, rambut panjangnya yang ia biarkan tergerai dan mata sipitnya yang menjadi daya tarik tersendiri.

Dicky berjalan mendekati perempuan itu. Dan sekarang Dicky tepat dihadapan perempuan itu.

"Dicky?" ucap perempuan dihadapannya sedikit kaget melihat Dicky didepannya sekarang. Dia menghentikan aktivitasnya yang memencet-mencet tombol handphone-nya.

"belum dijemput, Ka?" tanya Dicky basa-basi sambil menempatkan dirinya duduk disamping perempuan itu.

"belum. Kamu sendiri kenapa masih disini? Bukannya anak-anak udah pada pulang ya tadi?" tanya perempuan yang dipanggil ‘Ka’ ini oleh Dicky.

Dicky dapat melihat jelas perempuan disampingnya sekarang. Cantik. satu kata yang tak pernah bosan Dicky katakan saat melihatnya. “kamu……kenapa ngeliatin aku gitu?” terlihat jelas kalo dia salah tingkah ditatap Dicky sedalam ini.

"Ika, aku mau ngomong sesuatu sama kamu" Dicky ingin semuanya selesai malam ini. "ngomong aja" sahut Ika-perempuan itu. Eriska Reinisa tepatnya.

"aku masih sayang sama kamu" ucap Dicky langsung to the point. Eriska yang mendengarnya nampak shock. Terlihat dengan caranya menatap Dicky, matanya membulat (tetap terlihat sipit tentunya).

"aku tau kamu udah bahagia sama pilihan kamu yang sekarang, aku ikut bahagia" lanjut Dicky. Eriska belum menjawab per-nya-ta-an Dicky. Dia sukses membisu karena kalimat Dicky.

"jujur aku masih berharap bisa balik sama kamu. tapi aku bisa apa kalo nyatanya sekarang kamu sudah melupakan perasaanmu ke aku?" Dicky masih terus menlanjutkan kalimatnya. Dia sekarang menatap lekat Eriska, berharap Eriska menatapnya balik.

"tapi kalo emang kamu gak bisa balas perasaan aku untuk kedua kalinya, aku bisa terima. Toh tujuanku sekarang hanya ingin membuatmu tau perasaanku yang masih ada dan masih sama seperti awal aku bilang kekamu"

TES!

Kalimat Dicky tadi berhasil membuat Eriska tidak dapat menahan tangisnya lagi. Dia menunduk menyembunyikan wajah cantiknya yang kini basah karena airmatanya. beberapa saat mereka diam dalam hening.

 

"kamu benar, sebesar apapun perasaan kamu yang masih ada, aku gak akan bisa membalasnya. Aku udah merasa nyaman dengan statusku sekarang. Maaf…" akhirnya Eriska berani mengangkat wajah basahnya dan menatap Dicky yang justru malah tertunduk sekarang.

"aku yakin kamu bisa dapetin yang lebih dari aku. Kalopun kita bisa balik lagi, Tuhan pasti bakal membuka jalan lagi buat kita" Eriska masih dengan airmata yang mengalir mulus dari matanya.

"aku harap kamu benar-benar mendapatkan kebahagiaan yang tidak kamu dapat saat kamu bersamaku, kamu benar-benar mendapatkan kebahagiaan yang kamu cari selama ini, tentunya dengan pilihan kamu yang sekarang" Dicky balas menatap Eriska. Tidak lama seulas senyum terlihat dibibir tipis Dicky. Tangan Dicky terangkat untuk mengacak-acak halus rambut Eriska, persis seperti yang sering dia lakukan dulu saat mereka masih bersama. "kamu bahagia ya sama dia…" ucap Dicky yang masih mengacak-acak halus rambut Eriska. "kamu juga ya. Kamu harus dapetin yang lebih dari aku…" Eriska membalas senyum Dicky. Terlihat sekali saat ini Dicky susah payah menahan airmatanya yang memaksa keluar.

 

Ddrttt….drrttt….

Getaran handphone Eriska memaksa Dicky melepaskan tangannya dari kepala Eriska. Eriska mengangkat telpon itu.

 

“iya, aku segera kesana” Eriska memutuskan sambungan telpon dengan si pemanggil.

 

Eriska mengelap sisa airmata yang ada dipipinya dengan punggung tangannya. Dia berdiri, berniat untuk pergi. Eriska melirik Dicky yang masih diam ditempat.

"kamu gak pulang?" tanyanya yang berhasil membuat Dicky mendongakkan kepalanya.

"kamu gak pulang Dicky?" tanya Eriska sekali lagi.

"kamu udah dijemput ya? Kamu pulang duluan aja" jawab Dicky lembut dihiasi dengan senyum manis diwajah imutnya.

"udara udah mulai dingin, gak baik buat kesehatan. Apalagi sekarang kamu gak pake jaket" Eriska menatap Dicky lekat.

"makasih buat perhatiannya. Pulang gih, kasian yang udah nungguin kamu" lagi-lagi Dicky menjawabnya dengan lembut dan tersenyum. Eriska melangkah menjauh dari tempatnya dan Dicky tadi. Sekarang punggung Eriska pun sudah tidak terlihat oleh Dicky.

 

Dicky merogoh saku jeansnya. Handphone, satu benda yang ada disakunya itu dan itu yang dia cari. Dia mengaktifkannya dan kembali terlihat tampilan wallpaper foto dirinya dan Eriska. Dicky diam sejenak sambil menatap intens layar handphone-nya.

 

"makasih udah pernah menjadi milikku. Makasih udah pernah menjadikanku milikmu. dan makasih semua kenangan yang pernah kamu kasih. Aku rasa, sampai saat ini perasaanku belum berubah. Masih sama. Sekalipun aku tau kalo perasaanmu udah lama kamu buang" terlihat titik air yang jatuh ke layar handphone Dicky. Airmata Dicky yang sedaritadi dia tahan. Dicky menarik nafas beratnya dan menghembuskannya pasrah.

 

"aku masih sayang……kamu" Dicky mengucapkan kalimat itu (lagi).

 

 

You are, the only one I wanna love oh

You are, the only one I really need oh

You are, the love of my life……………….

 

 

THE END!

 

image

Dicky galau nih gara-gara Eriska……………… :|

 

image

nih foto wallpaper handphone-nya Dicky. (ceritanya)


Source : SoundCloud / fanadickympfc
dikiprasetya - at Top Pop MNCTV 22Mei2013. cc: putri_RTH 

dikiprasetya - at Top Pop MNCTV 22Mei2013. cc: putri_RTH 

dikiprasetya - at Inbox SCTV 20Mei2013. cc: putri_RTH [2]

dikiprasetya - at Inbox SCTV 20Mei2013. cc: putri_RTH [2]

dikiprasetya - at Inbox SCTV 20Mei2013. cc: putri_RTH [1]

dikiprasetya - at Inbox SCTV 20Mei2013. cc: putri_RTH [1]

dikiprasetya - at Little Miss Indonesia SCTV 19Mei2013. [2]

dikiprasetya - at Little Miss Indonesia SCTV 19Mei2013. [2]

dikiprasetya - at Little Miss Indonesia SCTV 19Mei2013. cc: putri_RTH [1]

dikiprasetya - at Little Miss Indonesia SCTV 19Mei2013. cc: putri_RTH [1]


dikiprasetya - Diramal Masalah Cinta di Dahsyat 6Januari2013. Happy watching!:-)


dikiprasetya - Detik-detik Menjelang Konser ‘Untukmu Indonesia’ 30Oktober2011. Happy watching!:-)


dikiprasetya - Test Drive with Sean Galael (on Board). Happy watching!:-)